Memancing

on Kamis, 20 Agustus 2009


Memancing ikan, bisa dilakukan di air tawar maupun air asin atau di kolam pemancingan ikan. Jadi, terserah Anda mau menyalurkan hobi ini di wadah mana. Yang jelas, memancing bisa melatih Anda untuk menjadi seorang yang sabar. Mau coba?
Memancing, umumnya disukai kaum Adam dari berbagai kalangan, umur, baik usia muda maupun tua. Bahkan, mantan Presiden RI, Soeharto, juga gemar memancing.
Namun, tak sedikit wanita juga menggemari aktifitas nyantai ini, terutama kaum hawa yang senang dengan keindahan laut. Kegiatan yang termasuk dalam olahraga ini, semakin booming di Indonesia. Bahkan toko pemancingan pun tak pernah sepi dari pehobi mancing yang mencari joran, katrol atau pernak-pernik alat mancing lainnya. Baik yang berharga puluhan, ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Memancing juga bisa bikin orang lupa waktu, lupa semua masalah yang melilit dan juga melatih kesabaran. Aktifitas yang nyantai banget, bisa merubah karakter Anda menjadi seorang yang penyabar. Dengan memancing kita telah dilatih menjadi seorang yang sabar.
Di laut maupun sungai, memancing ikan bisa dilakukan dengan cara memancing di pinggir, tengah, maupun permukaan. Panjang joran juga bervariatif. Dari 3.3 hingga 3.6 meter. Sedangkan mancing di tengah laut pakai bot, tapi kebanyakkan pemancing di laut menggunakan joran berukuran 1.8 hingga 2.40 meter.
Begitu juga dengan tali, mata pancing hingga patrol, serta umpan juga berbeda. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi alamnya. Tapi intinya alat pancing yang digunakan mestilah yang kuat dan ringan.
Beberapa merek alat pancing yang sering dipakai pemancing yaitu Exori, Banax, Pioner, Spring, dan Opus Bull. Kebanyakan pemancing di Indonesia menyukai merek Exori karena, merek ini harganya mampu dijangkau terus modelnya juga banyak.

Peralatan pancing merupakan nyawa bagi para pemancing yang harus dijaga dengan hati-hati. Agar alat pancing awet, usai mancing lebih baik semua peralatan mancing dibuka satu-satu kemudian di rendam di air tawar selama sehari. Dan kalau mau memancing di tengah laut sebaiknya harus menjaga kondisi badan agar tetap fit sebelum ke laut. Dan biar tidak mabuk laut, malamnya jangan begadang, tidur cepat, dan pagi sebelum berangkat, sarapan dulu. Lengkapi makanan, minuman, dan buah-buahan. Bawa juga makanan ringan, dan juga makan siang.
Untuk memancing baik di pinggir maupun di tengah laut tekniknya sama saja. Hanya yang bikin beda, kalau mancing di tepi laut, umpan dan tali pancing berbeda. Kalau di laut umpannya cumi dipotong-potong atau anak ikan, sedangkan di tepi umumnya menggunakan umpan udang hidup. Kalau memancing di dasar laut memakai umpan mainan, panjangnya 2 hingga 15 cm yang dilemparkan ke dasar laut, dengan cara talinya diayun-ayunkan. Ada juga yang menggunakan umpan poppin atau popple yaitu memancing di atas permukaan laut dengan cara pancing dilempar jauh di atas permukaan air, kemudian talinya dimainkan sehingga mengeluarkan bunyi pada air.

Bila memancing di malam hari sebaiknya saat tidak ada bulan, karena air mengandung garam. Jika ada sinar maka tali pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala. Tetapi justru, memancing cumi-cumi atau udang lebih baik dilakukan saat bulan purnama. Kedua hewan laut ini sangat tertarik dengan cahaya.
Sedangkan faktor lain yang mempengaruhi tangkapan ikan adalah, ombak, angin, hujan, suhu air laut, serta arus air laut, dan kejernihan air laut itu sendiri.
Oh ya, jika mendung, ikan laut biasanya berada di kedalaman air atau dasar laut. Bahkan terkadang bersembunyi di karang. Sedangkan ketika hujan atau gerimis, ikan justru menjadi agresif dan lapar, jadi jangan heran umpan pancingan Anda akan selalu kena gigitan pada saat hujan dan gerimis. Anda ingin mencoba? Silahkan saja.#####